PENGELOAAN TIK DALAM PROGRAM PLS
HALO TEMAN-TEMAN SEMUANYA,,
SEMOGA DALAM KEADAAN SEHAT SELALU YAA,,
GA TERASA SEKARANG PENULIS SUDAH MASUK PADA TULISAN KE LIMA
TENTU SAJA TULISAN KALI INI MASIH BERHUBUNGAN DENGAN TEKNOLOGI
INFORMASI dan KOMUNIKASI YAA,,
YOKK KITA BACA DENGAN SEKSAMA TULISAN KALI INI yang BERISI TENTANG
" Pengelolaan Tik dalam Program PLS "
Penggunaan atau pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam program PLS tidak terlepas dari peranan sumberdaya manusia sebagai pengelolanya. Seorang sumberdaya manusia sangatlah memiliki peranan penting dalam pengelolaannya, baik itu dalam proses perancangan, pemanfaatan, maupun evaluasi. Oleh karena itu, kesiapan dari sumberdaya manusia dalam pengelolaan TIK sangat diperlukan, agar suatu tujuan dapat tercapai dengan efektif dan efisien.
Kebutuhan belajar bersumber
dari adanya kebutuhan yang secara bawahan (Inhaerent) dipunyai individu
semenjak ia dilahirkan. Kebutuhan inilah yang merupakan tenaga pendorong bagi
individu untuk hidup , untuk mempertahankan diri dari ancaman bahaya , dan
untuk berkembang terus. Menurut Maslow : Seorang ahli psikologi , kebutuhan dasar
manusia itu berjenjang dari tingkat yang paling rendah sampai ke tingkat yang
paling tinggi. Teori itu disebut sebagai teori “Jenjang Kebutuhan Manusia”
Kata “identifikasi” berasal
dari bahasa asing, yaitu bahasa Inggris. Asal kata to identify sebagai kata
kerja, dan identification sebagai benda.To identify secara sederhana
artinya adalah mengenali. Hubungannya dengan pembicaraan kita disini
“identifikasi sarsaran dan kebutuhan bahan belajar pendukung” artinya
mengidentifikasi warga belajar/peserta didik dan mengenali kebutuhan belajar
pendukungnya nya. Sebagai pembawa program atau pelaksana program PLS, dengan
mengidentifikasi sasaran dan bahan belajar pendukung tersebut akan mendukung
keberhasilan program dan keefektifan serta efisiensi program.
Contohnya, kita
mengidentifikasi sebuah desa yang memiliki potensi jiwa wirausaha dibidang
kuliner, identifikasi sasarannya adlah banyak nya Ibu-ibu usia muda yang
berpotensi dan tetapi belum terlalu familiar dengan teknologi. yang
dibutuhkan oleh masyarakat khususnya masyarakat desa yang kurang mengetahui
perkembangan teknologi dan komunikasi. Jadi berdasarkan identifikasi tersebut
kita bisa menetapkan sebuah program penyuluhan yang menggunakian TIK seperti
proyektor serta penayangan-penanyangan video tutorial memasak kuliner dan
memberikan bahan belajar pendukungnya seperti buku-buku resep yang nantinya
akan sangat bermanfaat dalam keefektifan pembelajaran.
Dari contoh tersebut dapat
dipahami bahwa mengidentifikasi adalah langkah yang sangat penting yang hyarus
dilakukan seorang pelaksana ataupun pengelola program PLS agar program yang
dibuat dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Sangat bermanfaatš„
BalasHapusSngat bermanfaat,, Smngattt,,
BalasHapusNice
BalasHapusNice
BalasHapusGood badiees
BalasHapusGood
BalasHapusTerimakasih pembahasannya,, semoga bermanfaat
BalasHapusSemangat
BalasHapusPerluas lagi pengetahuan nya
BalasHapusBagus
BalasHapusMantap
BalasHapusGood
BalasHapusKereen
BalasHapusSemangat Penulis
BalasHapusCakeppp
BalasHapus